IdeaLabs

© IdeaLabs · Pop Intellectual Media

Digital Literacy

Privasi data: kenapa kita berhenti peduli?

Anissa Pratiwi
13 Jun 2026 · 1 min read

Setiap ada kebocoran data besar, kita marah sebentar lalu lupa. Kenapa? Topik ini bukan sekadar tren pekan ini — ada lapisan yang sering luput dari pembaca awam dan ingin kami bongkar di artikel ini.

Kalau kamu rutin mengonsumsi konten di platform yang sama, pola ini mungkin terasa familiar. Tapi familiar bukan berarti benar — dan kadang justru ketika sesuatu menjadi normalisasi, di situlah pertanyaan paling produktif baru bisa diajukan.

Konteks yang sering hilang

Dalam konteks digital-literacy, fenomena ini punya akar yang menarik. Generasi sebelumnya mungkin akan mengernyit, tapi bagi orang-orang yang tumbuh besar bersama internet, ini terasa wajar — bahkan logis.

Yang paling berbahaya dari sebuah tren bukan tren itu sendiri, tapi asumsi diam-diam yang kita serap tanpa pernah benar-benar bertanya.

Banner Artikel Utama

Pelajaran yang relevan untuk pembaca IdeaLabs

Tren akan datang dan pergi. Yang bertahan adalah orang-orang yang punya kapasitas untuk berpikir kritis sambil tetap terbuka pada hal baru.

Di edisi-edisi mendatang, IdeaLabs akan terus menelusuri topik-topik yang berada di persimpangan budaya, teknologi, dan kehidupan urban Indonesia.

Digital Literacy
Anissa Pratiwi

Peneliti dan kontributor isu literasi digital. Aktif menulis di berbagai platform tentang keamanan data dan etika algoritma.

Artikel Terkait